Meraup Berkah Dari Jasa Tukar Uang Receh Saat Ramadhan

Sebentar lagi umat muslim yang ada di seluruh dunia akan menyambut datangnya bulan ramadhan. Di bulan ramadhan ini umat Islam diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh lamanya dan menyambut hari raya Idul Fitri atau yang dikenal dengan lebaran. Saat lebaran tiba, berkunjung ke semua sanak saudara dan tetangga adalah tradisi untuk menikmati hari raya idul fitri yang tidak dapat dilepaskan dalam kehidupan umat muslim. Menjelang hari raya lebaran, ada salah satu kegiatan berupa jasa tukar uang receh yang menjamur.

2. Meraup Berkah Dari Jasa Tukar Uang Receh Saat Ramadhan foto.inilah.com  - Meraup Berkah Dari Jasa Tukar Uang Receh Saat Ramadhan

Dengan tradisi lebaran seperti itu maka, orang yang tergiur untuk melakukan bisnis jasa tukar uang receh. Bisnis musiman ini dijadikan sebagai usaha sampingan menjelang ramadan dan hari raya. Setidaknya ada beberapa hal yang memotivasi orang-orang ini untuk berkecimpung dalam usaha ini.

Faktor yang Mempengaruhi Bisnis Jasa Tukar Uang Receh

Saat bulan ramadhan tiba, ada beberapa usaha yang harus diberhentikan untuk sementara waktu. Sebab menghormati orang-orang yang berpuasa, seperti warung makan atau usaha lain yang sama. Dengan profesi seperti ini, banyak orang yang tidak ingin menyia-nyiakan peluang usaha sampingan berupa jasa tukar uang tersebut.

Jika dilihat dari segi hasilnya, memang terbilang lumayan. Bahkan dalam sehari bisa saja penyedia jasa tukar uang tersebut bisa menghabiskan uang sampai Rp5.000.000. Karena banyak masyarakat yang berminat untuk menukarkan lembaran uang baru. Mulai dari pecahan Rp1.000 hingga Rp20.000. Bisnis ini juga bisa dibilang sebagai bisnis anti rugi karena di dalam usaha tersebut terjual atau tidak uang tersebut tetap ada di tangan para penyedia jasa. Bila terjual, mereka akan untung tetapi bila tidak terjual uang juga bisa dipakai sendiri.

Seperti yang diketahui, bahwa saat hari raya lebaran ada tradisi yaitu memberikan uang pada anak-anak kecil yang datang bertamu ke rumah. Untuk itu, uang baru pecahan kecil dipakai sebab dianggap lebih menarik.

Menjalankan Bisnis Tukar Uang Receh

Salah satu lokasi yang bisa dijadikan sebagai tempat jasa tukar uang baru adalah pinggir jalan. Biasanya para penyedia jasa akan menawarkan uang pecahan nominal 2 ribu, lima ribu, 10 ribu, hingga 20 ribu rupiah. Biasanya untuk setiap penukaran uang receh diambil keuntungan 10% dari nilai nominal yang ditukar. Jika tukar Rp500.000 maka penyedia jasa akan menjualnya Rp550.000.

Meskipun harus mengeluarkan uang lebih besar, tetapi banyak orang yang tidak mempersoalkannya. Karena banyak yang butuh uang receh untuk dibagikan kepada sanak saudara yang ada di kampung atau tetangga di sekitar rumah. Apalagi bagi orang-orang yang tinggal di kota besar dan ingin mudik ke kampung, maka dengan adanya jasa tukar uang receh ini sangat membantu.

Banyak orang yang menyatakan bahwa dengan adanya tukar uang receh yang ada di pinggir jalan akan mempermudah orang-orang mendapatkan uang receh tanpa perlu lama-lama antri di bank. Banyak orang yang merasa biasanya antri di bank dapat berjam-jam dan melelahkan. Terlebih lagi tempat penukaran uang yang ada di bank juga memerlukan batasan nilai tukar yang tidak terlalu besar. Jadi banyak orang yang berpikir bahwa resikonya memang begitu, jika mau cepat maka harus membayar lebih mahal. Tapi mereka tidak mempermasalahkan hal itu, yang penting harus lebih teliti jangan sampai mendapatkan uang palsu.

Keuntungan yang didapatkan dari jasa tukar uang receh ketika ramadhan yang dilakukan di pinggir jalan memang sangat menggiurkan. Tetapi hal ini juga cukup berisiko karena membawa uang secara terang-terangan dengan jumlah yang besar juga menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi para penyedia jasa.